Pakar Kimia-Farmasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Mufti Djusrin mengungkapkan, dalam undang-undang, magic mushroom
atau jamur ajaib ini termasuk di dalam zat aktif bernama psilosibina.
Zat itu masuk ke dalam narkotika jenis alamiah atau yang berbahan dasar
tumbuh-tumbuhan alami.
"Itu termasuk narkotika golongan satu.
Memang orang banyak belum mengira bahwa itu adalah jenis narkotika,
makanya saya tegaskan itu," ujar Mufti saat berbincang dengan Kompas.com di gedung BNN, Kamis (31/1/2013) malam.
Serupa
dengan jenis narkotika lainnya, efek negatif yang ditimbulkan jika
mengonsumsi jamur ini adalah memiliki halusinasi tingkat tinggi sesuai
dengan situasi psikologis saat mengonsumsinya. Sang pengguna bahkan
tidak dapat menyadari apa yang dilakukannya salah atau benar di mata
orang lain. Kondisi inilah yang memicu beragam tindakan menyimpang
lainnya.
Secara kimia, Mufti menjelaskan, jika seseorang
mengonsumsi jamur ini, zat aktif yang ada di dalam barang tersebut
langsung menyerang sel di otak. Jika dalam tahap yang signifikan, maka
kondisi itu bisa menyerang saraf dan mengakibatkan kinerja otak menjadi
lebih lamban dari sebelumnya.
"Zat ini menyerang sel-sel atau
gelembung di dalam otak yang memiliki kemampuan menyerap oksigen. Jadi,
otak tidak bisa menyerap oksigen dengan sempurna sehingga akhirnya
mengakibatkan lambannya kerja otak," lanjutnya.
Berdasarkan
pengamatannya selama ini, jamur yang proses pengolahannya berbeda dengan
jamur untuk konsumsi biasa sudah banyak beredar di kota-kota besar di
Indonesia. Beberapa kota tersebut antara lain Jakarta, Bali, Yogyakarta,
dan Surabaya.
"Kalau soal peraturan ya saya serahkan ke penegak
hukum. Saya hanya menjelaskan secara kimia, ini adalah narkotika, ya
otomatis pasti menjadi tindak pidana," lanjutnya.
Menurut beberapa literatur, magic mushroom ini mengandung zat psylocibine
atau zat sejenis alkoholid (nitrogen yang ditemukan dalam alam).
Berbeda dengan jamur konsumsi, jamur jenis ini tumbuh di atas permukaan
kotoran kerbau atau sapi dan memiliki bau yang menyengat. Jamur ajaib
yang juga kerap disebut jamur penghayal ini diperkirakan sudah ada sejak
zaman dahulu. Pasalnya, sebuah penelitian menemukan seorang dukun di
Siberia menggunakan salah satu jenis dari jamur penghayal tersebut
sebagai media untuk membuka pintu yang menghubungkan mereka dengan Sang
Pencipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar